Blue Lake, Ikon Keindahan Pulau Bintan yang Instagramable
JawaPos.com – Pulau Bintan telah meninggalkan masa lalunya sebagai kawasan tambang bauksit untuk menjadi destinasi pariwisata kelas dunia. Salah satu daya tarik utamanya adalah Danau Biru atau Blue Lake, yang terletak di Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam.
Danau Biru berjarak sekitar 41 km dari Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjung Pinang dan 50 km dari Pelabuhan Sri Bintan Pura. Lokasinya strategis, membuatnya mudah diakses wisatawan.
Keunikan Danau Biru
Danau ini terbentuk dari bekas aktivitas pertambangan yang meninggalkan cekungan besar. Lubang-lubang tersebut kemudian terisi air hujan, menciptakan danau dengan warna biru dan hijau toska yang menakjubkan. Warna air yang cantik ini disebabkan oleh kandungan mineral tertentu dalam tanah.
Meski tampilannya mempesona, pengunjung tidak diizinkan berenang di Danau Biru. Selain berbahaya karena kedalamannya, kandungan mineral di air juga dapat berdampak negatif. Sebagai gantinya, pengunjung dapat menikmati panorama dari dermaga kayu yang menjorok ke tengah danau, salah satu spot foto favorit di lokasi ini.
Padang Pasir Eksotis di Sekitar Danau
Selain danau, kawasan ini dikelilingi oleh hamparan padang pasir krem kekuningan yang bergelombang. Pemandangan ini memberikan kesan eksotis dan menjadi alternatif bagi pengunjung yang ingin berburu foto unik.
Untuk pengalaman lebih berkesan, tersedia jasa foto dengan burung hantu berukuran besar. Dengan hanya Rp 20 ribu, pengunjung bisa berfoto sepuasnya bersama burung tersebut.
Tips Berkunjung ke Blue Lake
- Waktu terbaik: Datanglah saat cuaca cerah, karena pantulan langit biru pada permukaan danau memberikan hasil foto terbaik. Cuaca panas juga membuat pasir di sekitar lebih menarik karena tidak basah.
- Spot foto andalan: Dermaga kayu di tengah danau, padang pasir, dan area burung hantu.
- Perlengkapan: Bawa topi dan sunscreen untuk melindungi diri dari panas.
Pulau Bintan telah membuktikan dirinya sebagai destinasi wisata kelas dunia. Danau Biru menjadi bukti nyata transformasi wilayah ini, dari bekas tambang menjadi kawasan wisata yang memukau. Jadi, kapan Anda berencana mengunjungi surga kecil ini?
Editor : Ilham Safutra