JawaPos.com – Isu mengejutkan muncul dari sepak bola Indonesia. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dikabarkan sedang mempertimbangkan pelatih asal Eropa untuk menggantikan Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia. Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh media olahraga Italia, Tuttosport.
Shin Tae-yong, pelatih asal Korea Selatan yang menangani Timnas Indonesia sejak 2019, disebut hanya fokus pada peningkatan stamina dan fisik. Hal ini dianggap tidak lagi memenuhi kebutuhan taktik tim di masa depan. Meski kabar ini belum dikonfirmasi resmi, gonjang-ganjing terkait nasib Shin Tae-yong terus menjadi perbincangan.
Terlepas dari isu tersebut, pelatih asal Eropa bukanlah hal baru bagi Timnas Indonesia. Dalam sejarah panjang skuad Garuda, beberapa pelatih dari Benua Biru telah meninggalkan jejak bersejarah. Berikut lima pelatih asal Eropa yang mencatatkan prestasi bersama Timnas Indonesia:
1. Antun Pogacnik (1954–1963)
Antun Pogacnik, pelatih asal Kroasia, adalah salah satu pelatih tersukses dalam sejarah Timnas Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, Tim Garuda mencapai perempat final Olimpiade Melbourne 1956, bermain imbang melawan Uni Soviet yang diperkuat kiper legendaris Lev Yashin. Pogacnik juga membawa Indonesia meraih medali perunggu Asian Games 1958, prestasi yang belum terulang hingga saat ini.
2. Wiel Coerver (1975–1976)
Wiel Coerver, pelatih legendaris asal Belanda, dikenal dengan metode pelatihannya yang inovatif, Coerver Method. Meski hanya melatih dalam waktu singkat, Coerver hampir membawa Indonesia ke Olimpiade Montreal 1976 sebelum dikalahkan Korea Utara.
3. Anatoliy Polosin (1989–1991)
Pelatih asal Rusia ini membawa Timnas Indonesia meraih medali emas SEA Games 1991. Polosin dikenal dengan metode latihannya yang keras dan fokus pada fisik. Prestasinya menjadi tonggak penting dalam sejarah sepak bola Indonesia, dengan nama-nama legendaris seperti Widodo C. Putro dan Robby Darwis menjadi bagian dari skuad emasnya.
4. Alfred Riedl (2010, 2013–2015, 2016)
Alfred Riedl, pelatih asal Austria, membawa Indonesia tampil impresif di Piala AFF 2010 dan 2016 meskipun harus puas dengan gelar runner-up. Taktik atraktifnya membuat Indonesia kembali disegani di Asia Tenggara.
5. Luis Milla (2017–2018)
Luis Milla, mantan pemain dan pelatih Spanyol, mengubah wajah permainan Timnas Indonesia dengan filosofi sepak bola menyerang berbasis umpan pendek. Di bawah asuhannya, Indonesia meraih medali perunggu SEA Games 2017 dan mencapai babak 16 besar Asian Games 2018.
Pelatih Eropa dan Masa Depan Timnas Indonesia
Pengalaman bekerja dengan pelatih Eropa telah memberikan warna tersendiri bagi Timnas Indonesia. Dari pendekatan taktik hingga pembinaan pemain muda, pelatih-pelatih ini membawa pengaruh besar dalam pengembangan sepak bola nasional.
Jika Erick Thohir benar-benar merekrut pelatih asal Eropa, harapan besar pun menyertai. Dengan talenta muda seperti Marselino Ferdinan dan kinerja Shin Tae-yong yang telah membangun dasar kuat, Timnas Indonesia berada dalam posisi yang menjanjikan untuk melangkah lebih jauh di kompetisi internasional.
Kini, pertanyaannya adalah: siapa pelatih Eropa yang akan menjadi pilihan Erick Thohir untuk memimpin skuad Garuda? Masyarakat sepak bola Indonesia pun menunggu dengan antusias, berharap masa depan cerah bagi Timnas di kancah global.
Editor : Dhimas Ginanjar