JawaPos.com – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo resmi meluncurkan Desk Ketenagakerjaan, sebuah langkah penting untuk memberikan solusi atas sengketa industri dan tenaga kerja di Indonesia. Inisiatif ini diharapkan menjadi saluran efektif bagi para pekerja untuk menyampaikan keluhan mereka serta menciptakan hubungan industrial yang sehat.
“Dan tentunya dengan desk ini kita harapkan bahwa ada saluran bagi rekan-rekan tenaga kerja, rekan-rekan buruh untuk menyampaikan apa yang selama ini menjadi keluhannya,” ungkap Jenderal Sigit saat acara peresmian di Rupatama, Senin (20/1).
Desk ini, menurut Jenderal Sigit, akan menangani permasalahan mulai dari menerima laporan, melaksanakan mediasi, hingga penegakan hukum sebagai langkah terakhir atau ultimum remedium. Kapolri menegaskan, keberadaan Desk Ketenagakerjaan ini adalah bentuk keberpihakan Polri terhadap isu-isu ketenagakerjaan yang kerap menjadi tantangan di tengah dinamika global.
“Dengan adanya desk ini, diharapkan kaum buruh dan tenaga kerja semakin terlindungi. Selain itu, lingkungan industri yang sehat dapat tercipta sehingga mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%,” tambahnya.
Dukungan atas pembentukan Desk Ketenagakerjaan ini juga datang dari Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, yang memuji kolaborasi antara Polri dan kementerian terkait dalam mewujudkan perlindungan bagi pekerja.
“Ini adalah suatu kolaborasi yang luar biasa dan ini memang yang diharapkan oleh Pak Presiden kepada semua stakeholders, bagaimana kolaborasi itu harus ada,” ungkap Yassierli dalam kesempatan yang sama.
Lebih lanjut, Menteri Yassierli menyebutkan bahwa Desk Ketenagakerjaan merupakan bagian dari ekosistem utuh yang menjadi wujud nyata kehadiran negara. Ia menekankan pentingnya memberikan rasa tenang kepada pekerja serta kepastian hukum bagi semua pihak terkait.
Dengan kolaborasi antara Polri dan kementerian terkait, Desk Ketenagakerjaan diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan ketenagakerjaan di Indonesia. Inisiatif ini tidak hanya melindungi hak-hak buruh tetapi juga mendorong terciptanya iklim industri yang kondusif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Editor : Dhimas Ginanjar