JawaPos.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) memastikan ketersediaan beras di wilayahnya selama Februari dalam kondisi aman.
Penjabat Gubernur Sumut, Agus Fatoni, mengungkapkan bahwa stok beras bulan Februari mencapai 282.586 ton, meningkat dari Januari yang mencatatkan 225.079 ton.
"Ketersediaan beras pada bulan Januari dan Februari 2025 cukup aman di Sumut dengan mencatatkan 225.079 ton dan 282.586 ton," ujar Agus Fatoni di Medan, Jumat (24/1).
Luas panen pada Januari tercatat 67.203 hektare, sementara pada Februari meningkat menjadi 86.536 hektare. Berdasarkan data Pemprov Sumut, daerah dengan produksi beras tertinggi pada Februari adalah Kabupaten Serdang Bedagai yang menghasilkan 37.606 ton, diikuti Kabupaten Deliserdang dengan 25.728 ton, dan Kabupaten Labuhanbatu sebesar 23.129 ton.
Wilayah lain yang juga mencatatkan produksi signifikan adalah Kabupaten Langkat (22.453 ton), Mandailing Natal (20.895 ton), dan Simalungun (20.371 ton). Daerah lainnya menghasilkan produksi di bawah 20.000 ton.
Agus Fatoni menjelaskan bahwa kebutuhan beras di Sumut berkisar antara 170.000 hingga 180.000 ton per bulan. Dengan produksi yang mencapai 282.586 ton pada Februari, ketersediaan beras Sumut berada dalam kondisi surplus.
Selain itu, Perum Bulog Kantor Wilayah Sumut juga memastikan stok beras dan gula konsumsi aman hingga Ramadan 1446 Hijriah. Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, menyebutkan bahwa gudang Bulog saat ini menyimpan stok beras sebanyak 57.000 ton.
"Untuk memperkuat stok menjelang Ramadan, Bulog Sumut akan menambah pasokan pada Maret, yang bertepatan dengan musim panen. Jika diperlukan, kami akan menyewa gudang tambahan untuk persediaan," jelas Budi.
Dengan ketersediaan yang memadai, masyarakat Sumut diharapkan dapat menghadapi bulan Ramadan tanpa kekhawatiran akan kekurangan bahan pangan, khususnya beras. Pemprov Sumut juga terus mengupayakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayahnya.
Editor : Dhimas Ginanjar