JawaPos.com – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo baru-baru ini meninjau progres rehabilitasi jaringan irigasi di beberapa titik strategis di Subang, Jawa Barat, termasuk saluran Jengkol, Pengkolan, Sukamandi, dan Beres. Proyek rehabilitasi ini bertujuan mendukung intensifikasi pertanian di kawasan tersebut.
Hingga akhir 2024, sekitar 42.536 meter jaringan irigasi dari total 87.274 meter telah selesai direhabilitasi. Proyek ini mencakup area irigasi seluas 12.574 hektare dan akan dilanjutkan pada tahun 2025 untuk menyelesaikan sisa jaringan.
Menurut Dody, rehabilitasi ini sangat penting untuk pemerataan distribusi air dari hulu hingga hilir, terutama untuk petani di wilayah hilir yang sebelumnya kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau.
“Kami pastikan sawah di hilir tetap terairi. Meskipun baru 50 persen selesai, indeks pertanaman (IP) sudah meningkat dari 179 persen menjadi 210 persen,” jelasnya.
Dody menyebut, rehabilitasi jaringan irigasi tidak hanya memastikan distribusi air yang lebih merata tetapi juga memberikan dampak signifikan pada hasil pertanian. Yaitu, luas tanam bertambah 3.898 hektare, hasil panen meningkat dari rata-rata 5–6 ton per hektare menjadi 6–7 ton per hektare, dan efek sosial yang positif terhadap kehidupan masyarakat sekitar.
Dia menyebut, rehabilitasi irigasi ini juga mendukung Asta Cita Presiden Prabowo untuk mencapai swasembada pangan nasional. Selain memperbaiki jaringan irigasi, Kementerian PU juga mempercepat penyelesaian pembangunan 61 bendungan di seluruh Indonesia.
“Proyek ini selaras dengan target swasembada pangan. Dengan rehabilitasi irigasi, produktivitas petani meningkat secara signifikan,” tambah Dody.
Proyek ini diharapkan menjadi contoh keberhasilan yang dapat diterapkan di daerah lain. Dengan distribusi air yang optimal dan jaringan irigasi modern, Subang dapat menjadi salah satu sentra produksi pangan utama di Indonesia.
Dengan komitmen pemerintah terhadap infrastruktur irigasi, petani kini memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka.
Editor : Ilham Safutra