JawaPos.com - Generasi Z, atau mereka yang lahir antara tahun 1997 dan 2012, memiliki pandangan unik tentang dunia. Mereka tumbuh di era digital yang serba cepat, di mana informasi dan teknologi berkembang pesat. Namun, di balik kemajuan ini, ada satu hal yang menjadi perhatian utama mereka: keamanan.
Sebuah studi baru-baru ini mengungkapkan bahwa keamanan adalah prioritas utama bagi generasi Z. Mereka tidak hanya menginginkan keamanan fisik, tetapi juga keamanan emosional dan finansial. Mereka ingin merasa aman di lingkungan mereka, di sekolah mereka, dan di media sosial.
Menurut informasi dari newsweek.com Sabtu (1/2), hal ini terungkap dari sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di Universitas California, Los Angeles (UCLA) yang melibatkan lebih dari 1.600 remaja berusia 10-24 tahun.
Tim tersebut berpendapat bahwa penekanan pada keselamatan mungkin merupakan hasil dari krisis yang makin parah termasuk penembakan di sekolah , ketidakpastian keuangan, dan dampak pandemi COVID-19 yang masih ada.
"Keselamatan secara keseluruhan yang melampaui semua tujuan lain bagi kaum muda seharusnya menjadi peringatan yang mengejutkan," kata para peneliti dalam sebuah pernyataan.
Faktor yang memengaruhi pandangan ini adalah pengalaman mereka tumbuh di tengah berbagai krisis. Mereka menyaksikan pandemi COVID-19 yang mengguncang dunia, perubahan iklim yang semakin terasa dampaknya, dan ketegangan politik yang meningkat. Pengalaman-pengalaman ini membentuk persepsi mereka tentang dunia yang tidak pasti.
Studi ini dilakukan sebagai bagian dari "Laporan Remaja dan Layar 2024," sebuah investigasi terhadap remaja dan media. Menurut para peneliti, demografi responden sangat mencerminkan sensus AS dalam hal jenis kelamin dan ras.
Oleh karena itu, tidak mengherankan jika generasi Z sangat menghargai keamanan. Mereka mencari stabilitas dan kepastian di tengah ketidakpastian. Mereka ingin merasa aman dan terlindungi, baik secara fisik maupun emosional.
Temuan studi ini menantang stereotip bahwa anak muda Amerika Gen Z terdorong untuk menjadi kaya dan terkenal seperti para influencer yang sering mereka ikuti.
"Generasi Z tampaknya menunjukkan melalui temuan ini keinginan untuk mencintai dan menerima diri mereka sendiri meskipun ada tekanan dari media sosial, untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan mereka, dan sekadar untuk bersenang-senang," kata Alisha Hines, direktur penelitian di Pusat Cendekiawan & Pendongeng UCLA tempat penelitian dilakukan dalam sebuah pernyataan.
Keinginan akan keamanan ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan mereka. Dalam memilih pekerjaan, mereka cenderung mencari perusahaan yang menawarkan stabilitas dan jaminan kerja. Dalam berinteraksi di media sosial, mereka lebih berhati-hati dalam berbagi informasi pribadi.
Tidak hanya itu, mereka juga aktif dalam memperjuangkan isu-isu yang berkaitan dengan keamanan. Mereka terlibat dalam gerakan-gerakan sosial yang peduli terhadap isu-isu seperti perubahan iklim, kekerasan, dan diskriminasi. Mereka ingin menciptakan dunia yang lebih aman dan adil bagi semua orang.
Tentu saja, setiap generasi memiliki tantangan dan kekhawatiran yang berbeda. Namun, bagi generasi Z, keamanan adalah isu yang sangat penting. Mereka ingin merasa aman dan terlindungi di dunia yang terus berubah ini.
Penting bagi kita untuk memahami perspektif generasi Z tentang keamanan. Dengan memahami kekhawatiran mereka, kita dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung bagi mereka. Kita juga dapat bekerja sama untuk mengatasi isu-isu yang mengancam keamanan mereka.
"Temuan ini menggarisbawahi nilai wawasan yang didorong oleh penelitian dan mengingatkan kita untuk tidak membiarkan stereotip mendikte pemahaman kita tentang kaum muda," imbuh Yalda Uhls, asisten profesor psikologi di UCLA.
Generasi Z adalah generasi yang peduli dan aktif. Mereka ingin membuat perubahan positif di dunia. Dengan dukungan dan bimbingan yang tepat, mereka dapat menjadi agen perubahan yang kuat untuk menciptakan masa depan yang lebih aman bagi semua orang.
"Remaja saat ini memiliki aspirasi yang kompleks dan bermakna yang melampaui mitos media sosial." ucap Yalda.
Sebagai generasi yang tumbuh di era digital, mereka juga memiliki kepekaan yang tinggi terhadap isu-isu seperti privasi dan keamanan data. Mereka memahami bahwa informasi pribadi mereka sangat berharga, dan mereka ingin melindungi informasi tersebut dari penyalahgunaan.
Oleh karena itu, mereka sangat berhati-hati dalam menggunakan teknologi dan media sosial. Mereka lebih selektif dalam berbagi informasi pribadi dan lebih kritis terhadap konten yang mereka konsumsi. Mereka juga aktif dalam mengkampanyekan pentingnya privasi dan keamanan data.
"Orang dewasa harus terus memenuhi kebutuhan kaum muda dengan sumber daya dan dorongan yang mereka butuhkan di sekolah, di komunitas, dan di layar mereka." ujar Yalda.
Generasi Z adalah generasi yang cerdas dan kritis. Mereka memiliki pandangan yang jelas tentang apa yang mereka inginkan, termasuk dalam hal keamanan. Mereka tidak hanya ingin merasa aman, tetapi juga ingin berkontribusi dalam menciptakan dunia yang lebih aman bagi semua orang.
Editor : Edy Pramana